Masakan Tanaman Pot
Fikirku berkata
‘Ku ‘kan
menapaki jalan berduri
‘Ku putar otak
menerjang jalan penuh liku ini
‘Ku tak peduli
antara hidup atau mati
‘Ku hanya ingin
mendapat junjungan tinggi
Lakuku menoleh
‘Ku hanya duduk termenung
‘Ku hanya memandangi mendung
‘Ku tak bisa mengasingkan diri dari
para belatung
‘Ku
terseret arus bak sampah di sungai ciliwung
‘Ku ‘kan
menggebrak langit
Berhiruk-pikuk
dengan seribu pertarungan sengit
Meski hentakan
demi hentakan terasa pahit
Suasana hatiku
‘kan tetap melejit
Lakuku menukik
‘Ku hanya tersenyum lebar memangku
tangan
Menggeliat bersama cacing, menggigil
bersama setan
‘Ku lihat tanaman pot tengah
menyiapkan masakan
Gejolak ego hanya pandai
berangan-angan






0 komentar:
Posting Komentar