Dua Cermin Dua Bayangan
hati bersorak-sorai
menjemput asa melambai-lambai
ku melompat-lompat bak seekor tupai
terbelit kama nan penuh rantai
hai jiwa kenapa kau terenyuh
bak mesin perang menggebu-gebu
meledakkan sebutir dahsyat nan menggugah kalbu
hai jiwa kenapa kau mencir
apakah kau tersindir manisnya bibir
yang terkadang sekecut minuman bir
bertempik dalam nafsu, bersembunyi di balik takdir
oh namun dua cermin dua bayangan
dia sungguh tak menjejak di angan-angan
ingin kuberikan, tapi hasrat ini tak bertuan
bayangnya yang mengukir kata buaian
kini kuhempas melesat tanpa tujuan
hai jiwa kenapa kau menangis
mungkin kau tergeletak di sebuah fakta non logis
mungkin ada selayang embun membuatmu teriris
mungkin juga ada sebuah tinta merah membuat luka tulis
mengukir nisan hati tertancap tajam fantastis
hai jiwa kenapa kau menggumam
'ku ingin peran hadirmu tidak terbenam
jangan kaca mata kuda. jangan kaca mata hitam
jangan pula terbunuh gulita sang malam
tegakkan kakimu , mantapkan tujuan
bulatkan diriku menghela peran, seorang imam
hai jiwa kenapa kau terenyuh
bak mesin perang menggebu-gebu
meledakkan sebutir dahsyat nan menggugah kalbu
hai jiwa kenapa kau mencir
apakah kau tersindir manisnya bibir
yang terkadang sekecut minuman bir
bertempik dalam nafsu, bersembunyi di balik takdir
oh namun dua cermin dua bayangan
dia sungguh tak menjejak di angan-angan
ingin kuberikan, tapi hasrat ini tak bertuan
bayangnya yang mengukir kata buaian
kini kuhempas melesat tanpa tujuan
hai jiwa kenapa kau menangis
mungkin kau tergeletak di sebuah fakta non logis
mungkin ada selayang embun membuatmu teriris
mungkin juga ada sebuah tinta merah membuat luka tulis
mengukir nisan hati tertancap tajam fantastis
hai jiwa kenapa kau menggumam
'ku ingin peran hadirmu tidak terbenam
jangan kaca mata kuda. jangan kaca mata hitam
jangan pula terbunuh gulita sang malam
tegakkan kakimu , mantapkan tujuan
bulatkan diriku menghela peran, seorang imam






0 komentar:
Posting Komentar