Pengarang: Isman H. Suryaman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2004
Jumlah halaman: xxvii+240 halaman
Harga: Rp. 35.000,-
Isman H. Suryaman adalah penulis humor Indonesia yang ahli menggelitik
pembaca dengan sentilan-sentilannya yang lucu sekaligusmengandung kritik
pedas. Buku “Bertanya atau Mati!” ini adalah buku pertama Isman yang memuat
kumpulan esai humor karangannya sendiri. Sesuai dengan judulnya buku ini
merangsang pembacanya untuk bertanya sekaligus tertawa.
SINOPSIS:
Dalam buku ini Isman mengungkap berbagai keanehan dalam hidup yang
jarang kita pertanyakan.
Contohnya pada esai yang terletak di bab awal “kerikil
emas kehidupan” ia mengkritisi sebuah kondisi pasar di Bandung yang hampir
semua pedagangnya menjual peuyeum (makanan tradisional di kota Bandung),
kentongan, dan celengan. Ia mengungkapkannya dengan bahasa yang ringan dan
kocak. “kok bisa ya, ngejual barang yang beda sekali?. Bayangkan saja: Peuyeum
dan celengan. Berapa besar kemungkinan orang mampir lalu tiba-tiba berfikir,
“wah, paling enak makan peuyeum sambil nabung recehan nih.”? ”
Selanjutnya ada bab “Bayi dan Kasih Sayang” yang mengupas dunia bayi
sekaligus pengalaman Isman sebagai paman yang tentunya disusun dengan cara
yang mengocok perut. Bahkan dalam salah satu esainya menyebutkan bahwa
keponakannya yang baru berumur 21 bulan layak menjadi seorang ibu presiden,
gara-gara keponakannya gemar mengatakan kata “apa?”
Dalam bab selanjutnya yaitu “Pengkondisian Sosial”, Isman mengkritisi
kebanyakan orang yang sudah terpengaruh oleh pengkondisian sosial. Salah satu
esainya yang berjudul “Olimpiade Setiap Hari” mengkritisi kebiasaan orang
mengejar prestasi hanya untuk mendapatkan status sosial. Seperti kalimat dalam
bukunya “Tujuan utama dari prestasi yaitu mengetahui perkembangan, terlalu
sering disalahgunakan.” dan “Tapi, sayangnya, kita malah membandingkan
prestasi dengan dengan standar sosial untuk justifikasi harga diri kita.”
Selanjutnya Isman juga menggelitik kita dengan standar atau rambu-rambu kapan
kita harus menurunkan berat badan demi keselamatan dunia. Rambu-rambu itu
adalah sebelas rambu kuning dan sebelas rambu merah berat badan. Didalam
rambu-rambu tersebut terdapat standar-standar unik yang diluar pikiran orang
normal yang bisa membuat kita tertawa terpingkal-pingkal. Esai yang memuat
rambu-rambu ini terdapat di bab berikutnya yaitu “Olahraga dan Kesehatan”.
Dalam bab berikutnya yang berjudul “Tali Tak Kasat Mata” Isman menceritakan
tentang pekerjaannya sebagai Copywriter. Ia mengungkapkan suka-dukanya
menjadi seorang copywriter. Sebuah pekerjaan yang menurutnya tidak populer di
masyarakat. Ia bahkan sempat dianggap temannya sebagai office boy gara-gara
saat menyebutkan pekerjaannya sebagai copywriter temannya malah menafsirkan
Isman adalah pembuat kopi.
Dalam buku ini juga ada pojok ilmiah dimana Isman akan menjawab pertanyaan-
pertanyaan populer mengenai ilmu pengetahuan. Dalam pojok ini Isman
melontarkan humor-humor secara ilmiah yang menjawab pertanyaan-pertanyaan
dengan serius, semi serius, atau bahkan tidak serius sama sekali, seperti ketika
ada pertanyaan “apakah penjelasan di pojok ilmiah ini benar-benar ilmiah?” Ia
menjawabnya seperti yang tertulis dalam buku yaitu “Tentu saja. Semua jawaban
di pojok ini sama ilmiahnya seperti mengukur tinggi monas dengan bungee jump
dari puncak apinya.”
Selain bab-bab diatas masih ada dua bab terakhir yaitu “Dibalik Kekuatan Angka”
dan “Ngalor Ngidul”. Dua bab ini tentunya akan semakin membuat anda menuju
klimaks tawa sekaligus merangsang anda menjadi penanya yang absurd.
KEUNGGULAN:
Buku ini mengandung pelajaran yang sangat banyak yang dilontarkan dengan
humor-humor segar ala Isman. Sehingga pembaca akan tertarik untuk terus
membacanya dan tersadar untuk menjadi manusia yang tanggap dengan
lingkungan. Kata-kata yang digunakan Isman untuk membuat pembaca tertawa
mudah dicerna dan ringan untuk dipahami.
KELEMAHAN:
Buku ini sering kali memuat blue material yaitu materi yang mengarah pada dunia
Melihat keunikan buku karangan Isman yang penuh dengan pelajaran dan api
yang akan menyulut tawa kita, buku ini sayang sekali bila dilewatkan begitu saja.
Oleh karena itu Saya merekomendasikan Anda untuk membaca buku ini dan
rasakanlah anda akan menyelam dalam dunia canda dan tanya!







0 komentar:
Posting Komentar